• AI Development

    Saya Butuh Follow-Up Email Otomatis, Jadi Saya Bangun Sendiri dengan AI — Ini Yang Terjadi

    TL;DR Saya pikir setelah bisa kirim email HTML yang rapi dari Gmail, workflow outreach saya sudah “cukup”. Ternyata belum. Yang kurang justru bagian paling membosankan: follow-up. Pesan pertama sudah dikirim. Client belum balas. Dua hari kemudian saya lupa. Seminggu kemudian saya malu membuka thread yang sama Ditambah, untuk case saya follow-up message adalah kunci dalam email-marketing Itulah titik di mana saya memutuskan: kalau saya butuh follow-up otomatis, saya akan coba bangun sendiri. Kenapa Saya Tidak Langsung Pakai Tool Berbayar? Saya tahu ada tool-tool follow-up email yang sudah keren namun selain mahal terasa berlebihan untuk skala saya yang kebutuhannya masih minim.…

  • Website Development

    Saya vibe coding Membangun Aplikasi Keluarga Internal dengan Next.js, Supabase, dan Notifikasi WhatsApp

    Semenjak anak saya masuk sekolah dasar, ada satu hal yang pelan-pelan saya sadari: dia sudah punya dunianya sendiri. Padahal baru kelas 1 SD. Rasanya baru kemarin saya yang menentukan hampir semua hal untuk dia, sekarang dia punya jadwal, punya teman, punya kesibukan, dan punya prioritasnya sendiri. Harinya sekarang penuh. Ada sekolah, ada mengaji, ada PR yang harus dikerjakan, ada waktu bermain dengan teman-temannya di kompleks, dan tentu saja ada Roblox — game kesukaannya yang kalau tidak dibatasi bisa memakan waktu sore sampai malam. Saya dan istri juga mulai memberi dia beberapa tugas kecil di rumah seperti merapikan tempat tidur dan…