TL;DR Saya pikir setelah bisa kirim email HTML yang rapi dari Gmail, workflow outreach saya sudah “cukup”. Ternyata belum. Yang kurang justru bagian paling membosankan: follow-up. Pesan pertama sudah dikirim. Client belum balas. Dua hari kemudian saya lupa. Seminggu kemudian saya malu membuka thread yang sama Ditambah, untuk case saya follow-up message adalah kunci dalam email-marketing Itulah titik di mana saya memutuskan: kalau saya butuh follow-up otomatis, saya akan coba bangun sendiri. Kenapa Saya Tidak Langsung Pakai Tool Berbayar? Saya tahu ada tool-tool follow-up email yang sudah keren namun selain mahal terasa berlebihan untuk skala saya yang kebutuhannya masih minim.…